Setelah Kuliah

Dinamika kuliah dan harapan untuk semua setelahnya.
Foto bersama kelas teori A menjelang ada yang pecah telur.

Hampir semua teman saya sudah lulus saat ini. Ada beberapa memang yang belum, tapi saya yakin pada akhirnya mereka bisa lulus dengan baik. Karena memang, banyak dinamika yang dialami setiap orang ketika menempuh pendidikan. Dan dinamika sendiri asalnya ada dua. Pertama berasal dari kehendak alam (force majeure) dan kedua dari kehendak diri.

Saya pun demikian, punya dinamika tersendiri. Waktu itu bermula dari tugas akhir yang diarahkan untuk magang yang tanpa disangka malah berlanjut kerja betulan. Saya yakin bahwa saya sanggup menyelesaikan tugas akhir beriringan dengan beban pekerjaan. Pada akhirnya saya justru terlena dan tugas akhir saya tidak banyak mencatatkan kemajuan.

Semesta seperti menguji. Laptop saya ngadat, sepertinya hard disk-nya sudah lemah. Sebentar-sebentar restart. Mengesalkan sekali. Meskipun di lain sisi saya punya laptop dari kantor, tapi itu tidak banyak membantu. Laptop kantor tidak pakai Windows, tidak bisa pasang Microsoft Word jadi untuk mengetik sungguh tidak nyaman!

Akhirnya dengan beberapa bulan saya bekerja, gaji saya investasikan untuk laptop baru. Siasat ini sungguh bekerja. Motivasi saya tinggi sekali untuk kembali mengerjakan tugas akhir. Meminta pertimbangan dari orang tua, saya memutuskan resign. Setidaknya sampai urusan tugas akhir dan kelulusan tuntas agar bisa benar-benar fokus.

Sambil mengerjakan tugas akhir, saya tetap punya pekerjaan lain bersama teman-teman namun dengan beban yang jauh lebih kecil. Agar skill tidak menurun karena tidak digunakan, di samping motivasi punya passive income dari usaha bersama.

Singkat cerita dalam waktu 3 bulan setelah resign tugas akhir saya selesai. Sejak awal saya bekerja memang tidak ada tanggungan kuliah yang belum selesai selain tugas akhir. Maka setelah tugas akhir selesai, tunai lah sudah urusan perkampusan duniawi di tahun 2020.

Sekarang, 2 tahun sejak 2019—tahun di mana saya harusnya sudah lulus, teman-teman dekat saya sudah banyak yang bekerja. Kebanyakan di perusahaan swasta dan tidak sedikit juga yang jadi PNS. Ada yang meneruskan kuliah. Beberapa masih berjuang. Saya kembali lagi ke SoftwareSeni.

Di manapun dan dalam kondisi apapun kita saat ini, kita lah yang punya kendali terbesar bagaimana hidup kita ke depan selain tentu saja Allah. Jangan lupa berdoa dan terus berusaha. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung. Tidak kalah penting, semoga kita selalu menjadi manusia yang rendah hati terhadap orang lain atas setiap pencapaian di dalam hidup kita masing-masing.

Cheers! 🤝

Penulis
Suka membaca, tapi belum sesering dan sebanyak itu.